Topik hari
ini yang ngomongin kekhawatiran bagian I kayaknya berat ya? Seberat beban yang
lagi saya pikul minggu ini . Berhubung masih bagian 1, saya mau sharing
kekhawatiran jangka pendek aja.
Kalo ngomongin
sejauh mana progress skripsi saya, jawabannya adalah stuck di bab 4. Sekarang sudah
akhir bulan maret tepatnya tanggal 21, dan sebentar lagi bulan April yang konon
merupakan bulan ujian skripsi. Kekhawatiran saya kali ini bukan “bisa ikut
ujian apa engga?” karena saya tau itu masih terlalu jauh. Mari kita cari
masalah yang ada di depan mata.
Yang saya
khawatirin justru bab 4 saya yang semakin hari kian kacau balau. Kalo bisa nyombong,
bab 4 saya sih udah jadi. Saya pake kata jadi karena isinya bab 4 itu belum
tentu bener. Sebenernya sih udah bimbingan ke semua dospem, tapi yang terjadi
adalah BANYAK yang harus diedit dengan jumlah yang dianalisis harus dihitung
ulang. Mungkin kalo ngitung data pake rumus matematika sih masih enak, ini saya
harus menghitung 350 data yang harus dibagi jadi 8 kelompok berbeda (saya
sendiri bingung harus ngejelasin bagaimana perhitungannya). Jadi, pertanyaan
untuk diri sendiri adalah “bisa nggak bab 4 ini jadi sebelum tanggal 29 Maret
yaitu tanggal deadline berdasarkan kalender pribadi saya?”
Sebenernya kalo
saya rasional dan sadar waktu, jawabannya adalah enggak. Kalo masalah bisa
ngerjain sih bisa-bisa aja, tapi you know,
ada yang namanya BIMBINGAN, yang konon membutuhkan waktu lebih lama dari proses
ngerjain bab itu sendiri. Misalnya, bab 1 udah jadi hari minggu, senin pengen
bimbingan, eh dosennya minta hari kamis. Dan kemudian harus ketemu dosen
pembimbing 2 dan kembali lagi ke dosen yang pertama dan seterusnya sampe siklus
bimbingan berakhhir.
Di sini sih saya bukan nyalahin dosen pembimbing karena
saya tau mereka juga sibuk (plus kedua dospem saya baik banget dalam artian ngasi
teguran yang membangun dan nggak bikin saya sakit hati). Tapi ya gimana,
kekhawatiran saya lebih berat ke masalah lamanya bimbingan yang membuat saya
harus menunggu --> yaitu menunggu balesan sms, menunggu dosen di kantor dan menunggu
kapan acc (tapi terlalu cepet acc juga kayaknya nggak meyakinkan). Ya tapi
tanpa bimbingan, skripsi kita nggak akan jadi lebih baik. Jadi, masalah ini
bisa dikesampingan sedikit.
Selain masalah
lama bimbingan yang nggak bisa diapa-apain kecuali pasrah, masalah lain yaitu kembali ke bagian bab 4 yaitu bagian diskusi. Saya sih sudah nyoba buat bagian
diskusinya, tapi ya ngerasa nggak pede aja gitu karena kepala dan batn saya
mikir “Masa diskusi ngopas bagian finding sih? Nggak mungkin se-simple itulah……”
Kesimpulannya,
kekhawatiran saya untuk kali ini adalah:
- bisa nggak bab 4 ini SELESAI dalam kurun waktu 2 minggu dari sekarang?
- bisa tepat nggak bagian diskusinya? (menurut saya, bagian diskusi bab 4 itu bagian tersulit)
sekian
kekhawatiran bagian pertama. Untuk closing yang tepat untuk posting ini
kayaknya gak ada, karena nasib skripsi saya masih gantung gini( ̄ー ̄). Well… I just need to face it soon.
*pembahasan kekhawatiran
bagian selanjutnya, sudah pasti lah kekhawatiran jangka panjang saya (mengenai
hal ini coming soon, menunggu admin-author ngeposting besok)
pasti bisaaaa,,, wah hebat banget sudah sampai bab 4. tapi emang bener terkadang kita nya udah siap, tapi dospem masih belum bisa ditemui. kadang dospem lagi kosong dan bisa bimbingan tapi kita yang masih belum siap materi. lika liku skripsi yang indah
ReplyDeletetapi semuanya pasti berlalu, intime. semangatttt
hehehehe...
Deleteya cobaan dan tantangan dari skripsi emang begitu dan harus dihadapi =)) (mencoba bijak untuk diri sendiri)