Friday, March 21, 2014

The Anxiety (season 1)

Topik hari ini yang ngomongin kekhawatiran bagian I kayaknya berat ya? Seberat beban yang lagi saya pikul minggu ini . Berhubung masih bagian 1, saya mau sharing kekhawatiran jangka pendek aja.

Kalo ngomongin sejauh mana progress skripsi saya, jawabannya adalah stuck di bab 4. Sekarang sudah akhir bulan maret tepatnya tanggal 21, dan sebentar lagi bulan April yang konon merupakan bulan ujian skripsi. Kekhawatiran saya kali ini bukan “bisa ikut ujian apa engga?” karena saya tau itu masih terlalu jauh. Mari kita cari masalah yang ada di depan mata.  

Yang saya khawatirin justru bab 4 saya yang semakin hari kian kacau balau. Kalo bisa nyombong, bab 4 saya sih udah jadi. Saya pake kata jadi karena isinya bab 4 itu belum tentu bener. Sebenernya sih udah bimbingan ke semua dospem, tapi yang terjadi adalah BANYAK yang harus diedit dengan jumlah yang dianalisis harus dihitung ulang. Mungkin kalo ngitung data pake rumus matematika sih masih enak, ini saya harus menghitung 350 data yang harus dibagi jadi 8 kelompok berbeda (saya sendiri bingung harus ngejelasin bagaimana perhitungannya). Jadi, pertanyaan untuk diri sendiri adalah “bisa nggak bab 4 ini jadi sebelum tanggal 29 Maret yaitu tanggal deadline berdasarkan kalender pribadi saya?”

Sebenernya kalo saya rasional dan sadar waktu, jawabannya adalah enggak. Kalo masalah bisa ngerjain sih bisa-bisa aja, tapi you know, ada yang namanya BIMBINGAN, yang konon membutuhkan waktu lebih lama dari proses ngerjain bab itu sendiri. Misalnya, bab 1 udah jadi hari minggu, senin pengen bimbingan, eh dosennya minta hari kamis. Dan kemudian harus ketemu dosen pembimbing 2 dan kembali lagi ke dosen yang pertama dan seterusnya sampe siklus bimbingan berakhhir. 

Di sini sih saya bukan nyalahin dosen pembimbing karena saya tau mereka juga sibuk (plus kedua dospem saya baik banget dalam artian ngasi teguran yang membangun dan nggak bikin saya sakit hati). Tapi ya gimana, kekhawatiran saya lebih berat ke masalah lamanya bimbingan yang membuat saya harus menunggu --> yaitu menunggu balesan sms, menunggu dosen di kantor dan menunggu kapan acc (tapi terlalu cepet acc juga kayaknya nggak meyakinkan). Ya tapi tanpa bimbingan, skripsi kita nggak akan jadi lebih baik. Jadi, masalah ini bisa dikesampingan sedikit.

Selain masalah lama bimbingan yang nggak bisa diapa-apain kecuali pasrah, masalah lain yaitu kembali ke bagian bab 4 yaitu bagian diskusi. Saya sih sudah nyoba buat bagian diskusinya, tapi ya ngerasa nggak pede aja gitu karena kepala dan batn saya mikir “Masa diskusi ngopas bagian finding sih? Nggak mungkin se-simple itulah……”

Kesimpulannya, kekhawatiran saya untuk kali ini adalah:

  1. bisa nggak bab 4 ini SELESAI dalam kurun waktu 2 minggu dari sekarang?
  2. bisa tepat nggak bagian diskusinya? (menurut saya, bagian diskusi bab 4 itu bagian tersulit)


sekian kekhawatiran bagian pertama. Untuk closing yang tepat untuk posting ini kayaknya gak ada, karena nasib skripsi saya masih gantung gini( ̄ー ̄. Well… I just need to face it soon. 



*pembahasan kekhawatiran bagian selanjutnya, sudah pasti lah kekhawatiran jangka panjang saya (mengenai hal ini coming soon, menunggu admin-author ngeposting besok)

2 comments:

  1. pasti bisaaaa,,, wah hebat banget sudah sampai bab 4. tapi emang bener terkadang kita nya udah siap, tapi dospem masih belum bisa ditemui. kadang dospem lagi kosong dan bisa bimbingan tapi kita yang masih belum siap materi. lika liku skripsi yang indah
    tapi semuanya pasti berlalu, intime. semangatttt

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehehe...
      ya cobaan dan tantangan dari skripsi emang begitu dan harus dihadapi =)) (mencoba bijak untuk diri sendiri)

      Delete